Minggu, 01 Desember 2013


Solo, Kota Sejuta Pesona
Bisa jalan-jalan ke Solo belum pernah terbayangkan olehku saat itu. Kamu tahu kawan mengapa demikian?. Ya, karena saat itu aku sedang bergelut dengan skripsiku yang sudah diambang pintu. Tinggal hitungan hari, tak genap satu bulan, aku harus selesai sidang skripsi agar bisa lulus tepat waktu. Delapan semester. Empat tahun pas. Ketika kesempatan itu datang, sungguh merupakan anugrah dan nikmat yang tak terkira banyaknya. Sungguh kesempatan langka. Sangat langka yang pernah aku alami. Dari sekian ratus teman seangkatan di Biologi, hanya aku yang berangkat ke Solo untuk menghadiri Seminar Nasional X di FKIP UNS. Bukan sebagai peserta kawan, sebagai pemakalah. Ya,  naskah yang notabene adalah naskah skripsiku berhasil lolos masuk kualifikasi dalam seminar nasional tersebut. Subhanallah, sungguh aku sangat tidak menduganya. Ada pelajaran yang bisa aku ambil hikmahnya kawan dari peristiwa ini. Dulu waktu awal-awal mengerjakan skripsi, teman sekelasku berkata, “Buat apa ngerjakan skripsi susah-susah, yang penting lulus kan?”. Ya, karena yang ada disitu hanya aku, aku tahu diri. Skripsiku memang agak unik kawan, belum ada yang melakukannya di universitas tempat aku belajar. Jadilah aku berpusing-pusing ria dengan penelitianku itu. namun, setelah mendapat surat panggilan itu bahwa aku lolos sebagai pemakalah seminar nasional, aku tersadar bahwa sesungguhnya apapun yang kita kerjakan tidak ada yang sia-sia. Tak ada yang sulit, asal kita mau berusaha dan mau belajar banyak. Dan begitulah kawan, kesempatan pertama sebagai pemakalah itu datang disela-sela kepusinganku menghadapi jadwal sidang skripsi.
Begitu kasihnya Allah kepadaku. Kamu tahu kawan, semua pembayaran. Baik hotel, travel, pendaftaran, biaya prosiding semuanya gratis...tiss.tiisss. Aku hanya bisa menangis sesenggukan di malam itu, satu hari sebelum keberangkatanku ke Solo. Dana yang aku butuhkan cukup banyak bila aku hitung, tapi ternyata Allah sangat kata, Maha Kaya. Dan semuanya dicukupi olehnya. Mau tahu ceritanya kawan.
21 Juni 2013
Aku punya janji konsultasi dengan dosen pembimbing keduaku, untuk naskah yang akan aku tampilkan di UNS dan juga draft skripsiku. Setelah mengantri lama, aku mendapat bagian yang terakhir, dan di penghujung pertanyaan dosenku, beliau bertanya apa aku sudah membayar pendaftaran seminar?. Aku yang sangat polos, hehehe. Terlalu jujur berkata bahwa aku mengurus seminar hasil dahulu baru mengurus seminar yang di Solo. Walhasil, dosenku mengeluarkan sejumlah uang, katanya untuk tambahan biaya pendaftaran di Solo. Aku seperti tak percaya, aku hanya bisa berterima kasih atas itu semua. Siangnya, aku juga punya jadwal konsultasi dengan dosen pembimbing pertamaku, dan kejadiannya sama. Setelah konsultasi selesai aku ditanya dengan pertanyaan yang sama dan hasilnya sama. Aku mendapat uang yang cukup untuk membayar pendaftaran pemakalah seminar dan pembelian prosiding. Begitulah ketika Allah mengasihi hamba-Nya, tak ada yang bisa menghalangi pemberian-Nya dan tak ada yang bisa menandingi kebaikan-Nya. Terimakasih ya Allah.
5 Juli 2013
Nah, itu cerita singkatnya kawan. Akhirnya aku berangkat juga ke Solo. Siang hari sebelum berangkat. Kamu tahu apa yang terjadi kawan?, ibu dosen pembimbing pertamku telepon bahwa aku tak usah naik bis, bareng beliau saja naik travel. Penginapannya juga, tak usah khawatir, ada penginapan yang sudah disediakan untuk aku dan dosenku. Subhanallah. Perjalanan juga merupakan momen langka kawan, aku bisa berbincang banyak dengan ibu dosenku itu, dapat banyak cerita, nasihat, bahkan sempat surfing di dunia maya bareng-bareng. Aku dibacakan artikel tentang kesehatan. Hehehehe. Sungguh beruntung. Dan akhirnya kami pun tertidur pulas hingga paginya sampai di hotel tempat kami singgah sementara. Setelah mandi dan makan, kami pun dijemput salah satu dosen UNS. Maklum dosenku cukup terkenal sehingga kenalannya banyak,hehehe. Bahkan salah satu pemateri inti dalam seminar adalah mahasiswanya. Ckckckc...
Sampai di tempat seminar, kami berpisah karena memang ruang seminar kami berbeda. Sebelum masuk ruang seminar utama, semua peserta wajib registrasi dan barulah bisa memasuki aula utama. Berikut foto ibu dosenku bersama dosen-dosen lainnya.
Dosenku yang berbaju batik ungu dan celana ungu. Cantik kan???. Hehehehe.
Pesertanya juga banyak, berikut fotonya.

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan materi oleh pemateri inti. Pematerinya ada empat: 1) Djoko Santoso (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), 2) Agung Purwanto (BAN-PT Kemendikbud RI), 3) Retno Peni S (Dosen Fakultas Biologi UGM), dan 4) Sri Widoretno (Dosen Pendidikan Biologi FKIP UNS). Berikut foto para pematerinya.
Nah, setelah materi utama. Istirahat, makan, sholat. Kemudian acara yang paling menegangkan bagiku. Presentasi menyajikan makalahku. Aku mendapat urutan ketiga dalam menyajikan presentasi. Tanganku tiba-tiba dingin ketika namaku dipanggil untuk menempati kursi pemakalah beserta dua orang lainnya. presentasi hanya dibatasi kurang lebih lima sampai sepuluh menit saja. Setelah itu tanya jawab, dan aku berhasil menyajikan dan menjawab pertanyaan dengan baik. Alhamdulillah. Berikut foto pemakalah lainnya yang sempat aku foto setelah aku lega sudah selesai mempresentasikan makalahku.
Akhirnya, semuanya berjalan sangat lancar. Dosenku telepon lagi mengabarkan kalau beliau pulang terlebih dahulu karena ada kepentingan lain di Malang. Seandainya aku mau kembali ke Malang saat itu juga bisa gratis lagi, hehehe. Tapi aku ingin menikmati kota Solo terlebih dahulu dan aku tidak menyesal karena keputusanku itu.
Aku menghubungi salah satu teman SMA-ku yang juga kuliah di UNS, ya akhirnya dialah yang jadi pemandu wisataku di Solo. Sangat menyenangkan.
Makan malam di salah satu warung nasi bakar yang terkenal enak di Solo kata temanku sih. Hehehe. Menu nasi bakar plus otak-otak. Mak nyussss... Memang bener-bener mak nyuuusss.



Setelah makanan habis kami santap, tak afdhol rasanya kalau selesai makan langsung tidur. Jadilah kami jalan-jalan kepasar malam di kota Solo tepatnya di jalan Ngarsopura sehingga disebut Night Market Ngarsopuro. Keren. Konsepan pasar malamnya mirip pasar minggu di Jalan Ijen Malang. Ada stan baju, kerajinan tradisional sampai modern, stan batik, stan makanan, stan oleh-oleh. Wah pokoknya lengkap bagi kita-kita yang doyan jalan-jalan. Bisa menikmati sajian makanan khas solo dengan atmosfer perumahan jadul (jaman doelo) yang ada di Solo juga. Ditemani gemerlapnya lampu-lampu, hiruk-pikuknya masyarakat solo dari tua hingga muda, wah pokoknya campur aduk kayak es campur. Hehehe. Sangat mempesona. Jarang-jarang ada pasar malam, apalagi itu pas malam minggu lagi. Hemmmm. Tempat yang asyik menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang yang kita sayangi. Hehehe... Berikut foto narsisku di tengah hiruk-pikuk pasar malam kota Solo.


Foto dulu di depan pasar tradisional yang tak jauh lokasinya dari pasar malam kota Solo.
Habis jalan-jalan, harus bawa oleh-oleh donk!, hehehe. Oleh-oleh kerajinan tangan dari Solo.

Jalan-jalan sudah, makan apalagi. Nah, karena sudah malam akhirnya kami kembali ke hotel dan berkemas menuju rumahnya temanku di Solo. Aku menginap di rumahnya untuk semalam. Seperti biasa harus ada yang diabadikan. Kami masih sempat berfoto ria di hotel sebelum check out malam itu juga.

   
Di perjalanan menuju rumanya temenku, kami membeli angsle dulu. Biar hangat. Cocok disantap pas malam-malam. Sesampainya di rumah, kami berbenah, sholat, makan angsle dan langsung terkapar. Tidur pulas hingga pagi. Subuh pun datang, setelah subuh kami bersiap-siap pergi jalan-jalan lagi, ke Car Free Day Jalan Slamet Riyadi. Wuihhh, udah jalannya lebar, bisa untuk beraktivitas apa saja. Mulai dari karnaval, olahraga, bermain permainan tradisional, merajut, klub koboy, sepatu roda-an, aksi arsenal, dan acara serunya adalah makan-makan khas Solo. Berikut foto-foto yang sempat didokumentasikan.


                                                     Bapak-bapak sedang tanding pingpong

                                              kemeriahan menyambut Arsenal


                                                  karnaval menyambut Ramadhan
                                                         Semarak Ramadhan
                                         Bermain permainan Tradisional, jarang-jarang ada nih. harus dilestarikan :)

                                                     Menyusuri jalan dengan sepatu roda. Seru...!!!


                                              Para koboy tak mau ketinggalan untuk unjuk gigi.


Merajut Gratis

Setelah puas jalan-jalan kami mampir juga di Museum Radya Pustaka Surakarta. Nah, pas kami ke sana pas lagi ada pertunjukan tarian tradisional dengan iringan musik tradisional juga. Namun sayang, kami kurang dekat melihatnya sehingga penarinya tidak terlihat dengan jelas. Selain menyuguhkan tarian, seniman Solo juga manyajikan lukisan yang mempesona hati. Ingin hati ini membelinya, sayang tak membawa uang yang banyak waktu itu. hehehehe...


                                         Bagian depan Museum Radya Pustaka Surakarta

                                          Pelataran Museum Radya Pustaka Surakarta beserta pernak-perniknya
                         Pernak-pernik di pelataran Museum Radya Pustaka Surakarta setelah di Zoom

                                                       Lukisan Pemandangan karya seniman Solo
                              Lukisan Ikan karya seniman Solo. Mirip aslinya ya? hemmm. Keren.


Mencicipi jajanan khas Solo adalah agenda yang tak kami lupakan. Kami membeli makanan kesukaan masing-masing dan memakannya ditengah-tengah ramainya masyarakat. Aku juga menyempatkan diri berkenalan dengan binatang kesayangan salah satu warganya, ular dan bunglon raksasa. Hemmm. Very nice.


  








Belum puas rasanya jalan-jalan di Solo. Apa daya. Aku harus segera kembali ke Malang. Mengurus sidang skripsiku yang sudah memanggil-manggil aku untuk segera hadir di sana. Hehehe. Petualanganku di Solo berakhir siang itu, siang itu juga aku meneruskan perjalanan ke Magetan minta doa restu orang tua dan esoknya kembali ke Malang untuk berjuang. Terimakasih ya Allah atas kesempatan yang luar biasa ini. Terimakasih ya sobat sudah menjadi pemanduku di Solo. I hope we can go together again next time. Solo, wait me to visit you next time. Kota berjuta pesona. Sekali berkunjung ke Solo, rasanya ketagihan. Ingin lagi, lagi dan lagi. :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar